Apa Yang Dimaksud Faskes 1 BPJS?

Sebagian peserta BPJS Kesehatan yang baru mungkin bingung dengan istilah baru "faskes 1" yang tertulis di kartu Indonesia sehat (KIS). Sebenarnya apa yang dimaksud faskes BPJS?

Sesuai dengan pedoman pelaksanaan JKN, PMK Nomor 28 Tahun 2014, fasilitas kesehatan (faskes) yang menyelenggarakan pelayanan kesehatan untuk peserta JKN terdiri atas fasilitas kesehatan tingkat pertama (FKTP) dan fasilitas kesehatan rujukan tingkat lanjutan (FKRTL).

FKTP ini juga merupakah istilah untuk faskes 1.

Faskes 1 yang dimaksud adalah:
  1. Puskesmas atau yang setara,
  2. Praktik Dokter,
  3. Praktik dokter gigi,
  4. Klinik Pratama atau yang setara,
  5. Rumah Sakit Kelas D Pratama atau yang setara.

Puskemas / klinik adalah faskes 1 BPJS

Dalam hal di suatu kecamatan tidak terdapat dokter berdasarkan penetapan Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota setempat, BPJS Kesehatan dapat bekerja sama dengan praktik bidan dan/atau praktik perawat untuk memberikan Pelayanan Kesehatan Tingkat Pertama sesuai dengan kewenangan yang ditentukan dalam peraturan perundang-undangan.

Di faskes tingkat pertama Anda akan mendapatkan manfaat sebagai berikut:
  1. Administrasi pelayanan; 
  2. Pelayanan promotif dan preventif; 
  3. Pemeriksanaan, pengobatan, dan konsultasi medis; 
  4. Tindakan medis non-spesialistik, baik operatif maupun non-operatif; 
  5. Pelayanan obat dan bahan medis habis pakai; 
  6. Transfusi darah sesuai dengan kebutuhan medis 
  7. Pemeriksaan penunjang diagnostik laboratorium tingkat pratama; dan 
  8. Rawat inap tingkat pertama sesuai dengan indikasi medis. 

Pelayanan kesehatan tingkat pertama sebagaimana dimaksud diatas untuk pelayanan medis mencakup:
  1. Kasus medis yang dapat diselesakan secara tuntas di pelayanan kesehatan tingkat pertama; 
  2. Kasus medis yang membutuhkan penanganan awal sebelum dilakukan rujukan; 
  3. Kasus medis rujuk balik; 
  4. Pemeriksaan, pengobatan, dan tindakan pelayanan kesehatan gigi tingkat pertama; 
  5. Pemeriksaan ibu hamil, nifas, ibu menyusui, bayi, dan anak balita oleh bidan atau dokter; dan 
  6. Rehabilitasi medik dasar.

Jadi, sesuai dengan pedoman pelaksanaan JKN, peserta BPJS harus berobat melalui sistem rujukan berjenjang, dimulai dari faskes 1. Jika faskes tingkat pertama tidak mampu menangani, barulah Anda akan dirujuk ke faskes tingkat lanjut atau rumah sakit yang bekerjasama dengan BPJS Kesehatan. Namun, jika pasien dalam kondisi gawat darurat, Anda bisa langsung menuju IGD rumah sakit.